Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lampung » Kisah Sejarah Jejak Perlintasan Gajah di Lampung

Kisah Sejarah Jejak Perlintasan Gajah di Lampung

  • account_circle Tim Lampung77
  • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gajah-gajah itu kemudian dilatih dan diberi nama. Gajah betina dinamai Umri, Iweng, dan Tongkun. Sedangkan satu gajah jantan diberi nama Argo.

Menurut Nazaruddin, Argo kemudian mati di perusahaan kayu Andalas Timber. Kemudian, Umri mati di Taman Safari Prigen, dan Iweng mati di Taman Satwa Bogor.

“Sedangkan Tongkun masih hidup dan ada di Taman Safari Bogor. Usianya sekarang sudah sekitar mungkin sekitar 45 tahun-an,” ujar Nazaruddin.

Jejak Gajah Diketahui dari Bekas Kotoran dan Konflik

Nazaruddin menceritakan, adanya jejak gajah di wilayah Gunung Betung—Sukadanaham—Umbulri tersebut diketahui tim dari bekas makan, pengamatan langsung, bekas kotoran gajah, hingga terjadinya konflik gajah dengan manusia.

Menurut Nazaruddin, pesatnya pertumbuhan penduduk di sekitar wilayah tersebut kemungkinan menjadi salah satu faktor habitat gajah kemudian masuk ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Saya yakin, dulu atau di bawah tahun 1980-an, banyak sekali gajah-gajah karena daerah ini (Betung—Sukadanaham—Umbulri) masih satu lintasan sehingga bisa masuk ke kawasan TNBBS,” ujarnya.

Baca Juga: Tragis, Gajah Sumatera Mati Tersengat Aliran Listrik

Gajah Lampung

Gambar Ilustrasi. (Foto: Dok Pribadi Nazaruddin)

Ia mengatakan, pada Desember 1990 sampai Januari 1991, saat itu pihaknya kembali menemukan sebanyak 12 ekor gajah di wilayah Padangcermin, Pesawaran. “Gajah-gajah tersebut saat itu kami bawa juga ke Taman Nasional Way Kambas,” kata dia.

Setelah tahun 1991, menurut Nazaruddin, sudah tidak lagi ditemukan adanya jejak gajah di Gunung Betung—Sukadanaham—Umbulri.

“Tahun 1991 itu jejak terakhir yang kita temukan 12 ekor gajah di Padangcermin. Kalau jejak gajah di Mesuji terakhir tahun 1995. Sekarang (gajah) hanya ada di kawasan TNBBS dan Way Kambas. Di luar kawasan itu sudah tidak ada lagi,” ungkap Nazaruddin.

Ia memprakirakan, keturunan dari gajah-gajah tersebut salah satunya kemungkinan yang saat ini berada di Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung.

“Gajah Aris dan Lis yang sekarang ada di Lembah Hijau kemungkinan masih keturunannya. Lis itu dari Padangcermin, sedangkan Aris keturunan gajah dari Padangcermin,” pungkasnya.

(Tim/Yar/P1)

  • Penulis: Tim Lampung77

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Waterboom Tirta Kencana Lampung Timur, Fasilitas dan Keseruan Liburan Disini

    Wisata Waterboom Tirta Kencana Lampung Timur, Fasilitas dan Keseruan Liburan Disini

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Andono
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Di Kabupaten Lampung Timur, setiap orang pasti sangat mengenal salah satu lokasi wisata yang satu ini. “Tirta Kencana Berlian”, satu- satunya wisata wahana air yang paling lengkap dan modern yang terletak di perlintasan jalan Ir Sutami Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono. Kolam renang yang lebih dikenal dengan nama Waterboom Tirta Kencana ini, terdiri […]

  • Pelabuhan penyeberangan Bakauheni-Merak

    Cek Jadwal Terbaru Kapal Eksekutif Merak-Bakauheni September 2023

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Tim Lampung77
    • 0Komentar

    Kamis, 7 September 2023 Berangkat dari Pelabuhan Merak – 0.00 WIB KMP Batumandi – 1:15 WIB KMP Jatra III – 3:45 WIB KMP Sebuku – 5.00 WIB KMP Batumandi – 6:15 WIB KMP Jatra III – 8:45 WIB KMP Sebuku – 10.00 WIB KMP Batumandi – 11:15 WIB KMP Jatra III – 13:45 WIB KMP […]

  • Kecelakaan di Jalintim, Mio Tabrak Fuso Parkir. (Foto: Ist).

    Motor Mio Tabrak Fuso Parkir di Jalan Lintas Lampung Timur

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Andono
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Lintas Lampung Timur, sebuah kendaraan motor Yamaha Mio menabrak Truck Fuso yang sedang parkir, di Jalan Lintas Desa Nyampir, Kecamatan Bumi Agung, Sabtu (3/12/2022) siang. Akibatnya, pengendara motor Mio Nopol BE 3249 IQ, yang diketahui Dewi Tri Astuti (26) warga Desa Bumi Tinggi, Kecamatan Bumi Agung, mengalami luka […]

  • Cekcok di Tanggamus

    Gara-gara Cekcok, Satu Orang Tewas Kena Tikam di Tanggamus

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Tim Lampung77
    • 0Komentar

    Kemudian, datang korban Fitra Damaza. Namun, tiba-tiba terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban. Lalu, secara spontan pelaku langsung mencabut pisau jenis garpu yang diselipkan dipinggang kirinya dan langsung menusuk dada korban sebelah kanan. Setelah melakukan penusukan tersebut, pelaku langsung melarikan diri dan korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis. Namun, pada sekitar […]

  • Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni-Merak

    Jadwal Terbaru Kapal Eksekutif Bakauheni-Merak Juli 2023

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Tim Lampung77
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Berikut info jadwal terbaru penyeberangan kapal eksekutif di Pelabuhan Bakauheni-Merak Bulan Juli 2023. Berdasarkan data yang diperoleh dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Senin (10/7/2023), jadwal terbaru kapal eksekutif di Bakauheni-Merak ini berlaku hingga 12 Juli 2023. Ada 4 kapal feri eksekutif yang akan melayani penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni-Merak hingga 12 Juli 2023 […]

  • Hujan Petir

    Dua Bocah Tersambar Petir di Lampung

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Tim Lampung77
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Dua bocah tersambar petir di Jalan Dusun Puji Waluyo, Desa Tresno Maju, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, Lampung. Saat kejadian, dua bocah berinisial BM (12) dan HNZ (2), warga Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, tersebut sedang berboncengan sepeda motor. Beruntung, kedua bocah yang merupakan kakak adik tersebut selamat. Namun, korban mengalami luka bakar dan […]

expand_less