Breaking News
light_mode
Trending Tags

KLHK Rencanakan Lagi Lepasliarkan Harimau Berkaki Buntung Kyai Batua di Lampung

  • account_circle Tim Lampung77
  • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG77.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali berencana untuk lepasliarkan Harimau Sumatera jantan berkaki buntung bernama Kyai Batua di Lampung.

Sebelumnya, Harimau Kyai Batua ini sempat akan dilepasliarkan pada Agustus 2021 silam. Namun, saat itu rencana pelepasliaran ditunda.

Untuk diketahui, Harimau Sumatera Kyai Batua adalah korban jerat pemburu yang ditemukan di Desa Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, pada 2 Juli 2019, silam.

Satwa terancam punah ini kemudian dibawa ke Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau Lampung oleh pihak BKSDA Bengkulu-Lampung untuk dilakukan rescue atau penyelamatan.

Akibat mengalami luka parah akibat jerat, pada 5 Juli 2019, harimau jantan ini kemudian dilakukan operasi amputasi pada kaki kanan depannya. Kyai Batua pun kini kehilangan telapak kaki kanan depannya dan mengalami cacat permanen.

Pasca ditemukan terjerat 2019 lalu hingga saat ini, Harimau Kyai Batua dititipkan di LK Lembah Hijau Lampung. Selama dirawat di LK Lembah Hijau Lampung, satwa terancam punah ini akhirnya berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi sehat meski kaki depannya buntung setelah diamputasi.

Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Hifzon Zawahiri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kembali rencana pelepasliaran Harimau Sumatera Kyai Batua.

Menurut Hifzon, rencana pelepasliaran tersebut merujuk pada surat Plt Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Bambang Hendroyono.

“(Pelepasliaran) merujuk surat Plt Dirjen (KSDAE KLHK),” kata Hifzon, seperti dikutip dari Lampung77.com –jaringan Lampung77.id, Rabu (3/5/2023).

Melakukan Kajian Baru

Hifzon mengatakan rencana pelepasliaran Harimau Sumatera Kyai Batua ini masih akan terlebih dahulu dilakukan sejumlah tahapan. Diantaranya, melakukan kajian baru terhadap prilaku harimau tersebut.

Selain itu, lanjut Hifzon, pihaknya juga akan terlebih dahulu melakukan BAP kandang habituasi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) untuk memastikan apakah cocok atau tidak sebagai tempat pengamatan harimau Batua sebelum direncanakan dilepasliar ke alam.

“Ini kita baru mau ada tugas masing-masing. TNBBS itu posisi dimana (lokasi pelepasliaran), harus clear and sheet dari jerat, dari gangguan masyarakat. Kemudian BAP kandang habituasinya cocok nggak, kalau nggak (cocok) ya nggak bisa kandang habituasinya,” kata Hifzon.

“Saya juga perlu kajian prilaku (Harimau Kyai Batua) dulu. Karena hasil kajian lama itu tidak bisa dipakai lagi, nggak relevan. Apalagi ini kan sudah terlalu lama hampir tiga tahun dari (rencana) pelepasliaran dulu,” lanjutnya.

Ia menambahkan pihaknya juga akan terlebih dahulu berkoordinasi, termasuk membentuk tim kajian dengan melibatkan semua pihak yang terlibat terkait rencana pelepasliaran harimau ini.

“Tim kajian rencana kita usulkan seperti dari BKSDA, Lembah Hijau. Makanya saya minta rapat dulu dari surat Plt Dirjen (KSDAE KLHK) dengan tim yang terlibat dalam SK pelepaliaran. Apa sih yang akan dilakukan, karena kan ini leadernya TNBBS, karena dia (TNBBS) yang bersurat,” ujarnya.

“Tahapan (pelepasliaran Harimau Kyai Batua) masih panjang. Kalau kami dari BKSDA itu BAP kandang habituasi, cek kesehatan, dan tinjauan prilaku mamangsa. Ya, dari segala sisi, dari cara berjalan, tingkat kebuasan. Karena ini kan harimau jantan dan sifatnya teritori. Kalau dia masuk kawasan, itu harimau yang lama akan bertarung dulu pertahankan daerah teritori dia,” jelas Hifzon.

Hifzon mengungkapkan banyak pertimbangan dan kehati-hatian yang akan dilakukan sebelum melepasliarkan harimau Kyai batua. Terlebih, harimau ini dalam kondisi cacat.

“Kehati-hatian, belajar pengalaman yang sudah ada. Kalau dia sehat tapi sudah biasa di kandang ya repot juga, nggak bisa pula dia cari makan. Apalagi kondisinya (Harimau Kyai Batua) memang cacat kan,” ungkap Hifzon.

Baca Juga: Teror Harimau di Lampung Barat, Mangsa Ternak, Warga Satu Dusun Dievakuasi

Kandang Habituasi 1 Hektare

Sementara itu, seperti dikutip dari Kompas.com, Dirjen KSDAE KLHK kala itu, Wiratno, yang melihat kondisi Harimau Kyai Batua bersama Ketua Komisi IV DPR Sudin, pada 19 Agustus 2021 lalu menyebutkan pelepasliaran harimau tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk menjamin Batua bisa bertahan hidup di alam liar.

Menurut Wiratno, pihaknya akan membuat kandang habituasi di dalam TNBBS, Resort Sukaraja. Konsep kandang habituasi seluas 1 hektare ini direncanakan mengadopsi Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

“Sehingga (Batua) bisa berburu secara alami sebagai persiapan kembali ke hutan,” kata Wiratno.

Baca Juga: Harimau Sumatera Kyai Batua di Lembah Hijau Akan Dikawinkan dengan Dadih

Kandang harimau Lembah Hijau Lampung

Harimau Sumatera Kyai Batua di Lembah Hijau Lampung. (Foto: Istimewa)

Lembah Hijau Dukung Pemerintah

Dihubungi terpisah, Komisaris LK Lembah Hijau Lampung, M Irwan Nasution mengaku sudah menerima surat terkait rencana pelepasliaran Harimau Sumatera Kyai Batua tersebut.

Namun, Irwan mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail lantaran pihaknya tidak diundang dalam rapat persiapan rencana pelepasliaran Harimau Kyai Batua.

“Kami sudah terima suratnya (rencana pelepasliaran), tapi soal detailnya bagaimana kami belum tahu karena kami juga kan gak diundang saat rapat rencana persiapan pelepasliaran harimau tersebut, hanya notulensi rapat yang dikirim ke kami,” kata Irwan, Selasa (2/5/2023).

Irwan menegaskan pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam hal pelestarian satwa. Ia mengungkapkan selama hampir 5 tahun merawat Harimau Sumatera Kyai Batua di Lembah Hijau, kondisi satwa tersebut sehat dan baik.

“Tentu kami mendukung pemerintah. Ini telah kami tunjukkan dengan hampir 5 tahun ini merawat Harimau Kyai Batua di Lembah Hijau dengan baik sehingga kini kondisinya sehat. Bobotnya juga terus bertambah dari (awal terkena jerat) sekitar 110 kg kini menjadi sekitar 135 Kg,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan pihaknya juga saat ini sedang dalam tahap menindaklanjuti rekomendasi ke-3 Global Species Management Plan (GSMP) terkait proses breeding atau pengembangbiakan Harimau Sumatera Kyai Batua dengan harimau betina bernama Dadih dari asal Taman Satwa Sawahlunto, Sumatera Barat.

Menurutnya, LK Lembah Hijau siap mendukung percepatan implementasi GSMP yang merupakan program pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PKBSI, dan IUCN dalam pelestarian harimau sumatera.

Baca Juga: Dinilai Siap untuk Breeding, Intip Fasilitas Kandang Harimau Lembah Hijau Lampung

(Tim/Yar/P1)

  • Penulis: Tim Lampung77

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau Lampung

    Pasca Lebaran, Masih Ada Dua Libur Nasional pada Mei 2022, Siap-siap Long Weekend

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Tim Lampung77
    • 0Komentar

    Lampung77.ID – Pasca libur Lebaran, masih ada dua hari libur nasional pada Mei 2022. Siap-siap long weekend atau libur panjang akhir pekan ya. Bagi Anda yang mungkin belum sempat merasakan liburan saat momen Lebaran 2022, momen libur long weekend pada Mei ini mungkin bisa Anda manfaatkan untuk mengisi waktu berlibur. Baca Juga: Jangan Sampai Kecele, […]

  • Dana Desa di Braja Sakti Lampung Timur Dibekukan, Gara-gara Ini

    Dana Desa di Braja Sakti Lampung Timur Dibekukan, Gara-gara Ini

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Andono
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Kucuran Dana Desa (DD) tahun 2022 di Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur sempat dibekukan oleh Pemerintah Pusat. Hal tersebut didasari lantaran Pemerintahan Desa Braja Sakti, melalui kepala desa setempat pada saat itu tak bisa memberikan laporan pertanggung jawaban realisasi DD tahap pertama pada tahun 2022. Pada saat itu, Kades Braja […]

  • Hari Libur

    Pasca Libur Panjang Imlek, Masih Ada 4 Long Weekend di 2023, Catat Jadwalnya

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Tim Lampung77
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Pasca libur panjang Tahun Baru Imlek dari Sabtu (21/1/2023) sampai Senin (23/1/2023) lalu, masih ada 4 long weekend selanjutnya di Tahun 2023. Catat jadwalnya. Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah menyepakati dan menetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri […]

  • Pengedar Narkoba Asal Way Jepara Lampung Timur Ditangkap Polisi

    Pengedar Narkoba Asal Way Jepara Lampung Timur Ditangkap Polisi

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Andono
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Seorang pria warga Desa Labuhan Ratu II, Kecamatan Way Jepara, di tangkap dan diamankan Kepolisian Sat Resnarkoba Polres Lampung Timur, karena diduga terlibat tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran Narkoba jenis Sabu. Dalam keterangannya, Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution, didampingi Kasat Narkoba IPTU Suheri, menjelaskan bahwa inisial tersangka adalah DC (27) warga […]

  • Mayat ditemukan dalam kondisi membusuk di Lampung Timur

    Mayat Pria Ditemukan dalam Kondisi Membusuk di Lampung Timur

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Andono
    • 0Komentar

    Lampung77.ID – Sosok mayat pria ditemukan mengambang di aliran sungai Way Sekampung, Desa Gunung Raya, Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur. Saat ditemukan, mayat tersebut sudah dalam kondisi membusuk. Penemuan mayat itu awalnya diketahui oleh seorang warga bernama Sahrudin pada Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu, Sahrudin bersama ketiga rekannya sedang memancing dengan menggunakan […]

  • Nelayan Rajungan Kuala Penet Lampung Timur.

    Harga Anjlok, Tangkapan Berkurang, Nelayan Rajungan Lampung Timur Menjerit

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2023
    • account_circle Andono
    • 0Komentar

    LAMPUNG77.ID – Nasib tak jelas dan tak menentu tengah dirasakan para nelayan Pesisir Lampung Timur. Pasalnya, musim angin baratan yang ditunggu-tunggu sebagai musim ikan yang melimpah, justru saat ini dirasakan sebaliknya oleh para nelayan. Khususnya nelayan Rajungan, tak hanya hasil tangkapan yang turun drastis hingga 50 persen lebih, bahkan harga Rajungan turut anjlok dan kian […]

expand_less